ABOUT US  

PRODUCTS  

NEWS & EVENT   

DISTRIBUTION   

OPPURTUNITY   

TESTIMONI  

TIPS   
13 Februari 2013 15:07
TEKNIK PENGEREMAN SEPEDA MOTOR

Pengereman adalah salah satu hal yang paling penting dalam berkendara. Sebagian diantara kita tidak pernah belajar mengenai teori pengereman, dan hal ini sering dianggap remeh/gampang oleh sebagian pengendara. Pengereman bukan sekedar membuat motor berhenti, atau sekedar menarik tuas rem depan atau menginjak pedal rem belakang. Banyak hal yang harus kita ketahui lebih dalam mengenai cara pengereman yang benar agar kita mampu mengendalikan motor. Rider pemula cenderung terjebak pada teknik seperti pergeseran dan countersteering, cara yang paling efektif untuk menghindari kecelakaan adalah melalui penggunaan yang tepat dari rem. Keseimbangan sangat penting ketika kita berkendara dengan sepeda motor, dan itulah sebabnya sebagian besar pengendara motor mengerem dengan rem depan dan kontrol rem belakang. Kebanyakan ahli setuju bahwa sekitar 70% dari upaya pengereman harus menggunakan rem depan agar beban tertuju ke roda depan dan 30% menggunakan rem belakang. Proses memperlambat motor membutuhkan keseimbangan dari beban roda belakang ke bagian roda depan dan bagian depan akan lebih banyak menanggung beban dari bobot motor. Hal ini dapat meminimalisir ketika terjadi downforce sehingga motor tidak akan hilang kendali dan selip. Menurut chief instructor Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu : “Pengendara sepeda motor masih salah perhitungan, karena mereka berpikir motor akan berhenti jika pedal rem ditekan. Padahal rem berfungsi bukan menghentikan sepeda motor, melainkan memperlambat atau menghentikan roda,” Berikut beberapa cara pengereman 1.Hindari Mengerem dengan keras atau mendadak. Mempelajari poin-poin penting dari kinerja motor khususnya pengereman adalah kunci untuk menjaga sepeda agar tetap terkontrol, hal ini harus kita pahami agar setiap melakukan pengereman kita tetap dalam kondisi yang aman. Pengereman dalam kondisi panik atau mendadak biasanya dilakukan secara spontan tanpa melakukan break engine, baik mengerem dengan rem depan maupun rem belakang. Saat kedua tuas rem ditarik dengan keras motor akan berhenti secara mendadak dan selip, yang akhirnya motor tidak terkontrol dan jatuh. Usahakan dalam kondisi sepanik apapun pengereman selalu mengkombinasikan dengan break engine, dan utamakan dengan rem depan. Hal ini bisa dipraktekan dan dicoba berulang kali. Pengereman yang efektif adalah dengan cara mengerem : tekan-lepas-tekan-lepas, teknik ini mirip dengan teknik ABS (Air Break System), dan jarak berhentik akan lebih pendek dan motor tetap dalam kendali. 2.Pengereman Sudut Sempit Pengereman dengan sudut sempit disini dalam artian bahwa sebuah motor dengan kondisi ban dalam sudut 900 akan lebih efektif ketika kita melakukan pengereman dan grib dari ban akan lebih padat mencengkram. Ketika sudut menurun makan cengkraman ban juga akan berkurang. Ketika anda menikung dengan kecepatan tinggi maka jangan melakukan pengereman dengan rem belakang, akan terjadi slip dan motor bisa tidak terkendali, sebaiknya lakukan break engine dan sedikit pengereman dengan rem depan. 3.Mewaspadai Kondisi Jalan Kondisi permukaan jalan yang berbeda memerlukan teknik pengereman yang berbeda, dan Anda harus hati-hati ketika menggunakan rem depan dan ketika traksi rapuh. Penggunaan rem depan dan belakang pada kondisi jalan yang licin,berpasir atau berlubang harus selalu disesuaikan dengan semua kondisi tersebut, karena tidak semua kondisi bisa digunakan kedua rem tersebut dan harus mengkombinasikan. Dalam kecepatan tertentu dan mendapatkan jalan berpasir anda tidak disarankan untuk mengerem dengan keras, baik rem depan atau belakang. Sebaiknya cukup mengkombinasikan antara break engine dengan kedua rem dengan perbandingan 60-40, 60 %rem depan dan 40% rem belakang. Jika kondisi jalan licin terkena oli, sebaiknya jangan bermanufer dengan kecepatan tinggi, apalagi ditikungan, karena cengkraman dan compound ban sangat menentukan, kondisi jalan seperti ini ketika dilakukan pengereman maka motor akan mudah hilang kendali, teknik pengereman yang seperti ini harus menggunakan rem depan dan belakang namun kondisi cengkraman ban sangat menentukan. Jalanan berlubang sebaiknya hindari mengerem mendadak karena jika direm maka tumpuan bobot motor akan menumpuk disalah satu ban, biasanya ban depan menjadi tumpuan bobot paling besar. Sebaiknya jaga kecepatan motor dan tetap libas lubang tersebut dengan tanpa mengurangi kecepatan agar motor sedikit melayang diudara dan bobot tetap terbagi merata dikedua ban, usahakan sedikit mengangkat badan ke atas. 4.Bagimana Rem ABS Rem ABS (Air Break System) rem ini dirancang dengan komputerisasi agar pengereman dapat maksimal baik rem depan maupun rem belakang. Sekuat apapun kita menarik tuas rem maka motor tidak akan nge-lock atau selip, namun jarak berhenti pengereman sangat sulit diprediksi. Rem ini kurang efektif ketika direm dalam posisi kendaraan condong kedepan/membungkuk. Teknologi ABS ini lebih aman dan efektif untuk pengereman, namun teknologi ini cukup mahal jika diaplikasi di motor, walaupun ada beberapa motor sudah ada yang mengaplikasinya. Rem sepeda motor dibagi menjadi tiga: 1. Rem depan yang difungsikan oleh tangan. 2. Rem belakang yang difungsikan oleh kaki (khusus scooter otomatis, rem belakang difungsikan oleh tangan). 3. Engine brake. Pada keccepatan 30Km atau dibawah sebaiknya menggunakan rem belakang, jika kecepatan 40-50 KM, maka perbandingannya 60 : 40, rem depan 60 persen dan rem belakang 40 persen. Pada dunia balap dengan kecepatan sangat tinggi dominan menggunakan rem depan.